Minggu, 13 Maret 2016

because I'm Happy I am a Muslim

Dulu gua ga pernah mikir kenapa gua seorang muslim. Kenapa agama gua Islam. Orang bilang semua agama itu baik dan mengajarkan kebaikan. Kalau hanya ingin belajar menjadi orang baik tentu gua boleh donk beragama islam, terus besoknya gua beralih agama ke Kristen, dua bulan kemudian gua agama Hindu. Setahun setelah itu gua beralih ke Budha. So, what’s the problem? Bukankan semua agama itu mengajarkan kebaikan?
Orang tua gua muslim, nenek moyang gua muslim. Terus gua muslim. Ya dulu..gua muslim. MUSLIM KETURUNAN!! Tapi sekarang gua telah memilih agama Islam menjadi agama gua. BUKAN karena gua keturunan muslim. But it’s my own choice.
Menjadi seorang muslim. For me It’s not enough by only says: I witness there’s no God but Allah and Muhammad is the messenger of Allah. Dan setelah itu selesai. It’s not like that.
Manjadi muslim bukan hanya sekedar soal tauhid, sholat, puasa, zakat, haji dan lain sebagainya. Muslim itu adalah mereka yang mengikuti Allah dan Rasul-Nya. Mencintai keduanya di atas segala cinta di dunia ini. Mencintai keduanya lebih dari pada mencintai orang tua, keluarga, harta benda, jabatan dan lain-lain. Menjadi muslim itu adalah mereka yang sholeh/sholehah secara personal dan sosial. Sholeh/sholehah bukan untuk diri mereka sendiri. atau bukan mereka yang hanya ingin masuk surga seorang diri kemudian membiarkan yang lain menempuh jalan menuju keburukan. Seorang muslim adalah mereka yang mencintai kebaikan dan menebarkan kebaikan.

Sungguh aku ingin menjadi seseorang yang benar-benar muslim. Hingga suatu hari aku dapat berkata, “Tuhan saksikan aku seorang MUSLIM.”
For me say the goodness or the truth is MUST. Although your knowledge is only a few. You mustn’t be an angel first to say it. Kalau nunggu jadi malaikat kita kaga akan mengenal Felix Siauw, Mario Teguh, Ippho Santosa. Salim A Fillah dan lain-lain.
Mau memberi nasehat atau kebaikan kaga mau, banyak mikir, takut di bilang SOK. Jika nunggu bebas dari dosa dulu kaga ada yang bakalan mampu. Kaga ada di dunia ini yang dapat memastikan dirinya bebas dari dosa, “Perkenalkan nama saya A, saya adalah malaikat, saya tidak mempunyai dosa sama sekali” bbhhh..kaga ada yang bakalan ngomong gitu, suer!! Ada mungkin tapi bagi mereka yang minta di jambak sama malaikat rambutnya coz berani-berani ngaku “bebas dari dosa” hehehee…becanda kallieesss..
Padahal yang memberi nasihat itu adalah orang yang juga belajar menjadi manusia yang lebih baik. Menasehati orang lain juga menasehati diri sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar