Setiap kita pasti pernah berdoa. Karena manusia memiliki keinginan. Maka kita meminta
kepada Tuhan. Kita berdoa seperti ini, seperi itu, mau ini, mau itu, begini, begitu.
Kita udah berusaha terus kita berdoa. Kita yakin sekali doa kita dikabulkan. Setelah selang
beberapa kali berdoa. Kita bosan. Timbul pertanyaan.
"Katanya Tuhan Maha Mengabulkan doa, doa ku dikabulin ga ya??"
"Perasaan udah sering doa. Kok ga ada tanda-tanda dikabulkan?"
"Katanya Tuhan Maha Penyayang. Kalau Tuhan sayang, Tuhan seharusnya mengabulkan
doaku. Hal seperti itukan mudah sama Dia!"
"Tuhan dengar ga sih doaku? Perasaan aku udah sering curhat"
"Ayat yang berbunyi "Mintalah kepada Ku maka akan ku perkenankan bagi mu" itu benar ga
sih?
Dan akhirnya "udah ah doa, ga ada gunanya juga"
Pernahkah terbesit hal-hal semacam itu dibenak kita? Ketika kita sudah berusaha dan
berdoa kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan. Merasa bosan. Menjadi berpikir
yang tidak-tidak terhadap Tuhan. Marah dan lain sebagainya.
Mari Kita Sejenak Berfikir.
Tuhan Itu sayang sekali sama kita. Coba buka Al-Quran dan baca. Banyak sekali ayat yang
berbunyi "Sesungguhnya Dia Maha Pengasih, Maha Penyayang"
Tuhan mendeskripsikan sifatnya di Al-Quran. Tuhan yang bilang. So kita harus percaya
donk. Mari kita pikir lagi.
Kenikmatan-kenikmatan yang Allah kasih, dari mulai kita hanya segumpal darah sampai
sekarang. Coba hitung. Sanggup??
Allah kasih ini, Allah kasih itu. Apa semua itu kita minta?? Tanpa kita minta pun banyak
kenikmatan yang Allah kasih. Mau tau sedikit contohnya? Allah kasih kita Keluarga, Ayah,
Ibu, Paman, Tante, Kakek, Nenek, Kakak, Adik yang semuanya baik dan sayang terhadap
kita. Kita hirup oksigen. Kita minum air. Kita berpijak di Bumi. Kita merasakan angin. Kita
dapat hujan, dapat cahaya matahari. Coba pikirkan. Apa oksigen dan teman-temannya itu
bayar. Banyangkan kalau Allah ga kasih kita matahari. Sanggup hidup??
Setiap orang yang berbuat baik terhadap kita, kita ucapkan terima kasih.
Berapa kali kita berterima kasih kepada Allah? Padahal Allah telah berbuat banyak sekali
kebaikan perdetik sepanjang hidup kita. Dalam 1 detik. Tuhan telah jaga keluarga kita.
Dalam persekian detik jantung kita berdetak, sel kita membelah. Darah mengalir, kita
bernapas dan masih banyak lagi.
Begitu banyak kebaikan yang telah Allah kasih. Lalu ketika kita telah berdoa yang menurut
kita belum dijawab kita marah dan berpikir yang tidak-tidak terhadap Allah. Pantaskah?
Kita manusia terbatas, pikiran kita, persepsi kita. Memang secara kasat mata belum dijawab.
Tapi bukan berarti Tuhan tidak mendengar dan mengabulkan doa kita. Mari kita pikir lagi..
Di Bumi banyak sekali makhluk hidup. Berapa jumlah hewan? jumlah tumbuhan? Berapa
Jumlah manusia? Hitung sendiri. Semua berdoa kepada Allah. Jadi yang berdoa bukan kita
saja. Ayat dalam Al-Quran "apa yang ada di langit dan di bumi meminta kepada_Nya setiap
waktu Dia dalam kesibukan" Jangan bayangkan kata "kesibukan" terhadap Allah. Allah dan
manusia beda. Kita terbatas Allah tidak. Dalam satu detik berapa yang minta kepada Allah?
Bayangkan sendiri.
Mari kita dengarkan cerita sebentar.
Ada 2 orang anak. Dodo dan Dede. Dodo kelas 2 SMA. Dede kelas 6 SD. Dodo dan Dede.
sama-sama minta kepada Bapaknya supaya dibelikan sepeda motor. Dodo dikabulkan
permintaannya dan dikasih motor. Sementara Dede dikasih sepeda. Pantaskah Dede marah
kepada Bapaknya dan menganggap Bapaknya tidak sayang kepadanya? Pantaskah Dede
menganggap Bapaknya lebih sayang kepada Dodo dibanding dirinya? Dodo dikasih sepeda
motor karena memang Dodo sudah mencapai usia lewat 17 tahun. Sebagaimana aturan
pemerintah. Setiap pengendara sepeda motor harus memiliki SIM (surat ijin mengemudi)
and SIM ini baru bisa dibuat setelah cukup umur. Dodo secara fisik sudah cukup kuat untuk
mengendarai sepeda motor. Sementara Dede belum mencapai umur 17 tahun. Secara fisik
belum pantas mengendarai sepeda motor. Kaki belum nyampe. Tangan belum cukup besar
memegang stang motor. Bapak Dodo dan Dede sama-sama sayang terhadap kedua
anaknya. Tidak ada yang dilebihkan. Bapak Dodo dan Dede tau akan kebutuhan
anak-anaknya. Bayangkan jika Bapak Dodo dan Dede memberi Dede sepeda motor maka
kemungkinannya.
1. Dede rawan kecelakaan
2. Dede ditangkap polisi
Bapak Dodo dan Dede bukan tidak mau memberi Dede sepeda motor, hanya Dede belum
pantas menerimanya. Jadi Dede harus menunggu dan bersabar.
Tuhan sayang kepada kita semua. Tuhan memberi kita jika kita memang pantas
mendapatkannya. Jadi sabar, berusaha dan terus berdoa. Tuhan tau yang terbaik untuk kita.
Pernah terbesit seperti ini
"Dia kok sukses terus. Hidupnya enak, seperti tidak pernah gagal?"
"Dia tampaknya mudah mendapatkan apa yang dia inginkan.sementara aku! Aku sudah
sering berdoa. Sudah rajin ibadah dan berusaha"
Jangan iri terhadap nikmat yang diberikan Tuhan kepada orang lain. Hal itu berarti:
1. Mereka memang pantas mendapatkannya
2. Mereka beruntung
So, kita pantaskan diri lagi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Barang kali
keinginan kita terlalu besar sementara kemampuan kita tidak sebanding. Tuhan kasih kita
waktu untuk mempersiapkan diri. Jika doa kita belum tampak dikabulkan menurut
pandangan kita. Kemungkinan:
1. Tuhan ingin menguji kesabaran kita
2. Kita belum pantas
3. Kita banyak dosa
Point 1. Tuhan ingin menguji kesabaran (keimanan) kita
Saya teringat kisah. Khalid bin Walid. Pasti anda tidak asing dengan nama ini. Dia diberi
gelar sebagai pedang Allah. Dia adalah Hero bagi umat islam. Pada awalnya dia adalah
orang yang memusuhi islam dan sangat membencinya. Namun hidayah datang dan
akhirnya dia memeluk islam. Dia menjadi orang yang taat, dia menjadi begian terdepan
membela Islam. Khalid bin Walid telah melalui banyak sekali peperangan. Dalam doanya
khalid memohon supaya diberi mati sahid. Mati di peperangan. Tapi Tuhan belum
mengabulkan doanya hingga Dia akhirnya mati karena sakit. Bukan karena tertusuk,
tertembak di medan perang.
Kenapa Tuhan belum mengabulkan doa Khalid hingga khalid menginggal?
Apa karena
1. Tuhan tidak sayang kepada Khalid?
2. Apa karena Khalid banyak berbuat dosa?
3. Apa Tuhan ingin menguji keimanan Khalid?
Menurut asumsi saya adalah karena Tuhan ingin menguji Khalid. Apa Khalid orang yang
suka maksiat? Tidak, semenjak memeluk islam Khalid adalah orang yang soleh. Apa Tuhan
tidak sayang kepada Khalid? Tidak, Tuhan sayang kepada semua manusia.
Jika doa kita tampak belum dijawab oleh mata kita. Barangkali Tuhan ingin menguji kita. Apa
kita tetap percaya kepadanya atau berpaling? Apa kita masih berusaha dan berdoa atau
berputus asa?
Stay positive don't give up..
Point 3.
Karena kita banyak dosa.
Sebuah Analogi..
Kita punya tetangga, kita sering jahat ama dia. Sampah sering kita lempar ke halamannya.
Kita sering ngomongin kejelekan yang kita buat tentang tetangga kita kepada orang lain.
Kita hidupin musik keras-keras tengah malam. Setiap bertemu kita merengut.
Pada suatu hari kita tiba-tiba muncul di depan pintu rumah tetangga kita. Minta kue.
Pantaskah?
Jika anda berperan sebagai tetangga apa anda mau kasih kue yang dia minta?
Mari kita bercermin jangan cuma menuntut.
Kita banyak berbuat kesalahan. Dosa kita megunung-gunung. Dalam sehari sudah kaga
kehitung dosa kita. 1 hari, 1 minggu, 1 tahun, 20 tahun, 30 tahun. Hitung sendiri!
Ingat-ingat kejahatan kita kepada Tuhan. Kita terus membangkang. Ketika ingin sesuatu.
Kita merengek. Kalau ga dikasih ngambek kaya anak kecil. Lihat pada diri sendiri,
pantaskah?
Kita hidup aja sudah bersyukur sekali seharusnya. Kalau dilihat dari dosa kayanya kita lebih
pantas untuk dilenyapkan dari muka bumi.
Meskipun kita banyak dosa. Tuhan tetap Maha Pengasih, Maha Penyayang. So jangan
berputus asa. Stay positive and learn to be better person..
Doa seorang hamba kepada Rabbnya
Seorang sahabat, Apakah anda mengerti apa yang dia minta kepada Rabbnya. Dia meminta
supaya nanti dia terbunuh di jalan Allah, tidak ada orang musyrik yang mampu menjamah
tubuhnya. Dan tahukah anda Ashim bin Tsabit merupakan seorang sahabat yang banyak
diincar oleh orang-orang Quraisy musyrikun, karena sesungguhnya mereka dendam
terhadap Asyim bin Tsabit karena banyak orang musyrikun yang terbunuh dengan
pedangnya Ashim bin Tsabit, sampai ada seorang wanita yang bersumpah, siapapun yang
berhasil membawa kepalanya Ashim bin Tsabit maka akan dibayar dengan harga yang
mahal untuk dijadikan batok kepalanya menjadi tempat khamr untuk kemudian diminum.
Ashim bin Tsabit akhirnya terbunuh dalam peperangan. Ketika orang yang membunuh
beliau tidak sadar itu adalah Ashim bin Tsabit mereka tinggalkan sampai mereka mendapati
berita bahwa itu adalah Ashim bin Tsabit yang kepalanya dihargai mahal. Apa yang terjadi??
Kemudian orang-orang musyrikun balik lagi untuk menemui jasadnya Ashim bin Tsabit. Tapi
perhatikan bagaimana Allah mengabulkan doa Ashim bin Tsabit. Allah bayar kontan itu.
Ashim bin Tsabit ketika jasadnya sudah meninggal dunia didatangi kembali oleh
orang-orang musyrikun. Orang-orang musyrikun ingin menjamah tubuhnya untuk
memenggal kepalanya dibawa kepada wanita musyrikun yang menjanjikan harga yang
mahal. Apa yang Allah turunkan? Allah turunkan tawon untuk menyerang siapapun yang
menyerang jasadnya Ashim bin Tsabit. Setiap ada yang mendekat jasadnya Ashim hin
Tsabit diserang sama tawon. Mereka kembali mendekat diserang kembali oleh tawon
sampai mereka keletihan. Ketika mereka saling bicara dan rembukan "bagaimana kita
menyelesaikan masalah ini?" Diantara mereka ada yang berkata "Biarkan saja dulu sampai
tawonnya balik ke kandangnya. Ketika mereka sedang menunggu, Allah turunkan air hujan
yang begitu derasnya. Saking derasnya kemudian air itu membawa jasadnya Ashim bin
Tsabit hanyut bersama aliran air. Kemudian orang-orang musyrikun ingin mengejar jasadnya
Ashim bin Tsabit. Tetapi langkah kaki mereka tidak mampu menjangkau kecepatan air yang
membawa jasadnya Ashim bin Tsabit, sampai pada suatu tempat dimana tidak ada seorang
pun yang tau dimana jasad Ashim bin Tsabit berada.
Ini menunjukan kepada kita bahwa doa itu mustajab. Dimana doanya para sahabat bernilai
akhirat. Jangan remehkan dan gampangkan doa. Karena banyak di antara kita yang tidak
sadar ketika kita mentok terhadap suatu masalah kita sering merasa kita tidak punya daya
dan upaya lagi untuk merubah. Padahal kita punya tempat untuk berdoa dan membuka pintu
langit dengan doa kita.
Perhatikan Umar bin Khatab. Dalam riwayat Imam Malik. Umar bin Khatab berdoa "Ya Allah
berilah aku ini mati syahid di jalan mu tetapi mati syahidnya di kota nabimu di kota madinah.
Maka ada seorang sahabat yaitu Abdulrahman bin Auf yang meragukan doanya Umar bin
Khatab dan berkata, "Wahai Amirul Mukminin, kalau kamu meminta mati syahid, ya jangan
di kota madinah, kota madinah lagi aman kok. Kalau minta mati syahid sana lho di
perbatasan syam sana lho di mesir. Ketika sedang berkecamuk jihad antara Amru bin Ash
dan pasukan Romawi" tapi Umar bin Khatab yakin dengan apa yang dia minta kepada Allah.
Dia tetap berdoa kepada Allah supaya mati syahid di kota madinah. Umar bin Khatab ketika
sedang sholat ditikam oleh Abu lu'luah al-Majusi. Dimana meninggalnya?? Bukan di kota
Syam, bukan di kota Palestina, bukan di kota Yaman, tetapi di kota nabi yang beliau cintai.
Dari sini kita belajar. Mari kita berdoa kepada Allah dengan cara yang benar, karena
sesungguhnya doa itu merubah sesuatu yang mustahil menjadi mustajab. Perbanyaklah doa
dalam urusan akhirat. Karena sesungguhnya itulah prioritas kita dalam berdoa.
Pentingnya doa Doa dalam islam sangat dianjurkan. Bahkan kata Nabi "Doa adalah inti ibadah" sebagai
contoh, definisi sholat secara etimologi adalah doa. Kita mengawali aktivitas apa saja, keluar
rumah, makan, minum, apa saja, Ada doanya. Dan doa dijadikan senjata bagi orang-orang
beriman. Sebagaimana kata nabi "doa adalah senjata bagi orang mukmin" kita dianjurkan
untuk berdoa, dan doa adalah munajat kepada Allah. Jadikanlah doa sebagai rutinutas kita,
tidak ada aktivitas kecuali diikuti oleh doa. Sampai ketika kita mau beli baju, mau makan di
restoran dan lain sebagainya. Minta sama Allah, " Ya Allah mudahin saya dapat tempat
parkiran" Ya Allah mudahin saya bertemu orang itu" "Ya Allah mudahin pernikahan saya"
dan lain sebagainya. Doa itu adalah ibadah. Kita melihat hasilnya atau tidak tetap dicatat
pahala oleh Allah. Orang-orang yang rutin berdoa kepada Allah dia lihat hasilnya atau tidak.
Maka orang-orang ini yang belum melihat hasil doanya, seakan-akan baginya belum
dijabah. Dalam sebuah riwayat dinyatakan akan datang pada hari kiamat orang-orang ini
dihari kiamat diberikan pahala bergunung-gunung. Lalu mereka kaget pahala dari mana ini?
Bertanya kepada malaikat. Lalu para malaikat berkata "ini adalah pahala doa-doa kalian
yang belum kalian dapatkan jawabannya di dunia" maka pada saat itu mereka semua
berharap semua doanya selama di dunia tidak diberikan di dunia tetapi diberikan di akhirat
karena besarnya pahala yang didapatkan. Kita dianjurkan berdoa yang baik dan berpikir
positif kepada Allah.
stay calm, because God loves you. always be positif
there is always a hope