Senin, 25 Maret 2019

Letter To Dad..

I felt mustache tauched my cheek..
My Dad kissed me when i was a kid..
When I was at Elementary School as I remember My Dad massaged my hands and feet when I felt weary untill I was in junior high school dad still did the same thing..
Dad gave me bycle..
And I used it to cycled with my friend around the village..
In everything I did wrong, My dad never acted in crude to me, didn't scolded me, never..my dad never did even one time beat me..
My Dad just tell me if it were bad or good thing..
When I got sick My Dad gave an extra attention, he gave me more and more caring..
He always support me in good things, he said that he were happy seeing me pray..
From Elementary School to Senior High School I often got score above my friends. When I was in jenior High School Semester 2 untill I passed I always be the number one in class. My parent never gave me present for my achievement at school. But their happiness and smile is the very best present to me.
My Elememtary School Building is near to my house that's way I went to school by foot. when I was in junior high school, everyday my father took me to school and then picked me up by motorcycle. Every morning my Dad see my back when I began to enter the gate of the school and when class was over I saw my father Already waited for me. As I remember, it's seldom my father picked me up late, He usually  waited patiently in the daylight when the weather felt so hot, I saw he swept his sweat.
3 years
1080 Days
Around 2160 Times my father back and forth to school for the sake of me, His beloved daughter
Bapak..
Perjuangan dan segala pengorbananmu..
Menjadi daging dan tulangku..
Kasih sayang mu adalah darahku
Bapak..
Engkau bukan seorang yang pendidikan, bukan seorang yang kaya raya, bukan pula keturunan orang berada..
Tapi aku, hanya ingin punya bapak seperti kau saja..

Bapak..
Aku sering berbuat kesalahan..
Tapi bapak tidak pernah memukul ku, muncubit pun bapak tidak pernah, Bapak bilang memukul itu hanya menyakiti anak, apalagi sampai memukul kepala, bapak bilang orang tua yang memukul anaknya itu hanya orang bodoh..
Bapak..
Dalam banyak hal bapak sering mengalah, Bapak mengesampingkan ego demi orang lain, bapak tidak suka berdebat dan lebih memilih mengalah, bapak tidak suka bicara yang tidak ada gunanya, manusia tidak ada yang sempurna, dibalik kekurangan bapak banyak hal yang bisa aku ambil pelajaran
Bapak..
Kata bapak pendidikan itu penting, bapak ingin kami punya pendidikan yang lebih tinggi dari bapak, dan bapak telah berhasil membuktikan itu. Tidak mudah menghidupi 7 anak dan menyekolahkan mereka semuanya dengan segala keterbatasan. Tapi bapak telah berhasil, 6 telah berhasil menambah nama, sementara yang satunya masih berproses..
Bapak..
Bagaimana pun aku berusaha untuk mendeskripsikan setiap apa yang telah bapak lakukan untuk keluarga,  aku tidak akan berhasil..kebaikan bapak tidak akan pernah bisa disebutkan satu persatu..disetiap detik sejak aku lahir sampai sekarang mengandung kebaikan hati bapak..
Bapak
Aku sungguh minta maaf atas segala kesalahan ku pada mu. Secara sengaja maupun tidak..
Bapak
Meskipun bapak telah semakin menua, rambut bapak telah memutih, bahkan nanti jika bapak telah menjadi pelupa, bapak adalah bapakku. Selamanya akan menjadi bapakku..
Bapak..
Dalam doa aku selalu mendoakan kebaikan untuk mu..
Semoga Tuhan merahmatimu..
Mengampuni segala kesalahanmu..
Memberikanmu kekuatan dalam menapaki jalan kebenaran..
Menuntunmu senantiasa dalam keimanan..
Bapak..
Terima kasih karena telah menjadi bapak untukku..aku menyayangi mu sejak aku menatap mu pertama kali saat lahir dan setelah mati aku akan tetap mencintai mu
may Allah bless you my dad and give best reward for your sacrifices..

Selasa, 14 Februari 2017



Setiap kita pasti pernah berdoa. Karena manusia memiliki keinginan. Maka kita meminta
kepada Tuhan. Kita berdoa seperti ini, seperi itu, mau ini, mau itu, begini, begitu.
Kita udah berusaha terus kita berdoa. Kita yakin sekali doa kita dikabulkan. Setelah selang
beberapa kali berdoa. Kita bosan. Timbul pertanyaan.
"Katanya Tuhan Maha Mengabulkan doa, doa ku dikabulin ga ya??"
"Perasaan udah sering doa. Kok ga ada tanda-tanda dikabulkan?"
"Katanya Tuhan Maha Penyayang. Kalau Tuhan sayang, Tuhan seharusnya mengabulkan
doaku. Hal seperti itukan mudah sama Dia!"
"Tuhan dengar ga sih doaku? Perasaan aku udah sering curhat"
"Ayat yang berbunyi "Mintalah kepada Ku maka akan ku perkenankan bagi mu" itu benar ga
sih?
Dan akhirnya "udah ah doa, ga ada gunanya juga"
Pernahkah terbesit hal-hal semacam itu dibenak kita? Ketika kita sudah berusaha dan
berdoa kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan. Merasa bosan. Menjadi berpikir
yang tidak-tidak terhadap Tuhan. Marah dan lain sebagainya.






Mari Kita Sejenak Berfikir.
Tuhan Itu sayang sekali sama kita. Coba buka Al-Quran dan baca. Banyak sekali ayat yang
berbunyi "Sesungguhnya Dia Maha Pengasih, Maha Penyayang"
Tuhan mendeskripsikan sifatnya di Al-Quran. Tuhan yang bilang. So kita harus percaya
donk. Mari kita pikir lagi.
Kenikmatan-kenikmatan yang Allah kasih, dari mulai kita hanya segumpal darah sampai
sekarang. Coba hitung. Sanggup??
Allah kasih ini, Allah kasih itu. Apa semua itu kita minta?? Tanpa kita minta pun banyak
kenikmatan yang Allah kasih. Mau tau sedikit contohnya? Allah kasih kita Keluarga, Ayah,
Ibu, Paman, Tante, Kakek, Nenek, Kakak, Adik yang semuanya baik dan sayang terhadap
kita. Kita hirup oksigen. Kita minum air. Kita berpijak di Bumi. Kita merasakan angin. Kita
dapat hujan, dapat cahaya matahari. Coba pikirkan. Apa oksigen dan teman-temannya itu
bayar. Banyangkan kalau Allah ga kasih kita matahari. Sanggup hidup??
Setiap orang yang berbuat baik terhadap kita, kita ucapkan terima kasih.
Berapa kali kita berterima kasih kepada Allah? Padahal Allah telah berbuat banyak sekali
kebaikan perdetik sepanjang hidup kita. Dalam 1 detik. Tuhan telah jaga keluarga kita.
Dalam persekian detik jantung kita berdetak, sel kita membelah. Darah mengalir, kita
bernapas dan masih banyak lagi.
Begitu banyak kebaikan yang telah Allah kasih. Lalu ketika kita telah berdoa yang menurut
kita belum dijawab kita marah dan berpikir yang tidak-tidak terhadap Allah. Pantaskah?
Kita manusia terbatas, pikiran kita, persepsi kita. Memang secara kasat mata belum dijawab.
Tapi bukan berarti Tuhan tidak mendengar dan mengabulkan doa kita. Mari kita pikir lagi..
Di Bumi banyak sekali makhluk hidup. Berapa jumlah hewan? jumlah tumbuhan? Berapa
Jumlah manusia? Hitung sendiri. Semua berdoa kepada Allah. Jadi yang berdoa bukan kita
saja. Ayat dalam Al-Quran "apa yang ada di langit dan di bumi meminta kepada_Nya setiap
waktu Dia dalam kesibukan" Jangan bayangkan kata "kesibukan" terhadap Allah. Allah dan
manusia beda. Kita terbatas Allah tidak. Dalam satu detik berapa yang minta kepada Allah?
Bayangkan sendiri.
Mari kita dengarkan cerita sebentar.
Ada 2 orang anak. Dodo dan Dede. Dodo kelas 2 SMA. Dede kelas 6 SD. Dodo dan Dede. sama-sama minta kepada Bapaknya supaya dibelikan sepeda motor. Dodo dikabulkan
permintaannya dan dikasih motor. Sementara Dede dikasih sepeda. Pantaskah Dede marah
kepada Bapaknya dan menganggap Bapaknya tidak sayang kepadanya? Pantaskah Dede
menganggap Bapaknya lebih sayang kepada Dodo dibanding dirinya? Dodo dikasih sepeda
motor karena memang Dodo sudah mencapai usia lewat 17 tahun. Sebagaimana aturan
pemerintah. Setiap pengendara sepeda motor harus memiliki SIM (surat ijin mengemudi)
and SIM ini baru bisa dibuat setelah cukup umur. Dodo secara fisik sudah cukup kuat untuk
mengendarai sepeda motor. Sementara Dede belum mencapai umur 17 tahun. Secara fisik
belum pantas mengendarai sepeda motor. Kaki belum nyampe. Tangan belum cukup besar
memegang stang motor. Bapak Dodo dan Dede sama-sama sayang terhadap kedua
anaknya. Tidak ada yang dilebihkan. Bapak Dodo dan Dede tau akan kebutuhan
anak-anaknya. Bayangkan jika Bapak Dodo dan Dede memberi Dede sepeda motor maka
kemungkinannya.
1. Dede rawan kecelakaan
2. Dede ditangkap polisi
Bapak Dodo dan Dede bukan tidak mau memberi Dede sepeda motor, hanya Dede belum
pantas menerimanya. Jadi Dede harus menunggu dan bersabar.
Tuhan sayang kepada kita semua. Tuhan memberi kita jika kita memang pantas
mendapatkannya. Jadi sabar, berusaha dan terus berdoa. Tuhan tau yang terbaik untuk kita.
Pernah terbesit seperti ini
"Dia kok sukses terus. Hidupnya enak, seperti tidak pernah gagal?"
"Dia tampaknya mudah mendapatkan apa yang dia inginkan.sementara aku! Aku sudah
sering berdoa. Sudah rajin ibadah dan berusaha"
Jangan iri terhadap nikmat yang diberikan Tuhan kepada orang lain. Hal itu berarti:
1. Mereka memang pantas mendapatkannya
2. Mereka beruntung
So, kita pantaskan diri lagi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Barang kali
keinginan kita terlalu besar sementara kemampuan kita tidak sebanding. Tuhan kasih kita
waktu untuk mempersiapkan diri. Jika doa kita belum tampak dikabulkan menurut
pandangan kita. Kemungkinan:
1. Tuhan ingin menguji kesabaran kita
2. Kita belum pantas
3. Kita banyak dosa

Point 1. Tuhan ingin menguji kesabaran (keimanan) kita
Saya teringat kisah. Khalid bin Walid. Pasti anda tidak asing dengan nama ini. Dia diberi
gelar sebagai pedang Allah. Dia adalah Hero bagi umat islam. Pada awalnya dia adalah
orang yang memusuhi islam dan sangat membencinya. Namun hidayah datang dan
akhirnya dia memeluk islam. Dia menjadi orang yang taat, dia menjadi begian terdepan
membela Islam. Khalid bin Walid telah melalui banyak sekali peperangan. Dalam doanya
khalid memohon supaya diberi mati sahid. Mati di peperangan. Tapi Tuhan belum
mengabulkan doanya hingga Dia akhirnya mati karena sakit. Bukan karena tertusuk,
tertembak di medan perang.
Kenapa Tuhan belum mengabulkan doa Khalid hingga khalid menginggal?
Apa karena
1. Tuhan tidak sayang kepada Khalid?
2. Apa karena Khalid banyak berbuat dosa?
3. Apa Tuhan ingin menguji keimanan Khalid?
Menurut asumsi saya adalah karena Tuhan ingin menguji Khalid. Apa Khalid orang yang
suka maksiat? Tidak, semenjak memeluk islam Khalid adalah orang yang soleh. Apa Tuhan
tidak sayang kepada Khalid? Tidak, Tuhan sayang kepada semua manusia.
Jika doa kita tampak belum dijawab oleh mata kita. Barangkali Tuhan ingin menguji kita. Apa
kita tetap percaya kepadanya atau berpaling? Apa kita masih berusaha dan berdoa atau
berputus asa?

Stay positive don't give up..
Point 3.
Karena kita banyak dosa.
Sebuah Analogi..
Kita punya tetangga, kita sering jahat ama dia. Sampah sering kita lempar ke halamannya.
Kita sering ngomongin kejelekan yang kita buat tentang tetangga kita kepada orang lain.
Kita hidupin musik keras-keras tengah malam. Setiap bertemu kita merengut.
Pada suatu hari kita tiba-tiba muncul di depan pintu rumah tetangga kita. Minta kue.
Pantaskah?
Jika anda berperan sebagai tetangga apa anda mau kasih kue yang dia minta?
Mari kita bercermin jangan cuma menuntut.
Kita banyak berbuat kesalahan. Dosa kita megunung-gunung. Dalam sehari sudah kaga
kehitung dosa kita. 1 hari, 1 minggu, 1 tahun, 20 tahun, 30 tahun. Hitung sendiri!
Ingat-ingat kejahatan kita kepada Tuhan. Kita terus membangkang. Ketika ingin sesuatu.
Kita merengek. Kalau ga dikasih ngambek kaya anak kecil. Lihat pada diri sendiri,
pantaskah?
Kita hidup aja sudah bersyukur sekali seharusnya. Kalau dilihat dari dosa kayanya kita lebih
pantas untuk dilenyapkan dari muka bumi.
Meskipun kita banyak dosa. Tuhan tetap Maha Pengasih, Maha Penyayang. So jangan
berputus asa. Stay positive and learn to be better person..


Doa seorang hamba kepada Rabbnya
Seorang sahabat, Apakah anda mengerti apa yang dia minta kepada Rabbnya. Dia meminta
supaya nanti dia terbunuh di jalan Allah, tidak ada orang musyrik yang mampu menjamah
tubuhnya. Dan tahukah anda Ashim bin Tsabit merupakan seorang sahabat yang banyak
diincar oleh orang-orang Quraisy musyrikun, karena sesungguhnya mereka dendam
terhadap Asyim bin Tsabit karena banyak orang musyrikun yang terbunuh dengan
pedangnya Ashim bin Tsabit, sampai ada seorang wanita yang bersumpah, siapapun yang
berhasil membawa kepalanya Ashim bin Tsabit maka akan dibayar dengan harga yang
mahal untuk dijadikan batok kepalanya menjadi tempat khamr untuk kemudian diminum.
Ashim bin Tsabit akhirnya terbunuh dalam peperangan. Ketika orang yang membunuh
beliau tidak sadar itu adalah Ashim bin Tsabit mereka tinggalkan sampai mereka mendapati
berita bahwa itu adalah Ashim bin Tsabit yang kepalanya dihargai mahal. Apa yang terjadi??
Kemudian orang-orang musyrikun balik lagi untuk menemui jasadnya Ashim bin Tsabit. Tapi
perhatikan bagaimana Allah mengabulkan doa Ashim bin Tsabit. Allah bayar kontan itu.
Ashim bin Tsabit ketika jasadnya sudah meninggal dunia didatangi kembali oleh
orang-orang musyrikun. Orang-orang musyrikun ingin menjamah tubuhnya untuk
memenggal kepalanya dibawa kepada wanita musyrikun yang menjanjikan harga yang
mahal. Apa yang Allah turunkan? Allah turunkan tawon untuk menyerang siapapun yang
menyerang jasadnya Ashim bin Tsabit. Setiap ada yang mendekat jasadnya Ashim hin
Tsabit diserang sama tawon. Mereka kembali mendekat diserang kembali oleh tawon
sampai mereka keletihan. Ketika mereka saling bicara dan rembukan "bagaimana kita
menyelesaikan masalah ini?" Diantara mereka ada yang berkata "Biarkan saja dulu sampai
tawonnya balik ke kandangnya. Ketika mereka sedang menunggu, Allah turunkan air hujan
yang begitu derasnya. Saking derasnya kemudian air itu membawa jasadnya Ashim bin
Tsabit hanyut bersama aliran air. Kemudian orang-orang musyrikun ingin mengejar jasadnya
Ashim bin Tsabit. Tetapi langkah kaki mereka tidak mampu menjangkau kecepatan air yang
membawa jasadnya Ashim bin Tsabit, sampai pada suatu tempat dimana tidak ada seorang
pun yang tau dimana jasad Ashim bin Tsabit berada.
Ini menunjukan kepada kita bahwa doa itu mustajab. Dimana doanya para sahabat bernilai
akhirat. Jangan remehkan dan gampangkan doa. Karena banyak di antara kita yang tidak
sadar ketika kita mentok terhadap suatu masalah kita sering merasa kita tidak punya daya
dan upaya lagi untuk merubah. Padahal kita punya tempat untuk berdoa dan membuka pintu
langit dengan doa kita.
Perhatikan Umar bin Khatab. Dalam riwayat Imam Malik. Umar bin Khatab berdoa "Ya Allah
berilah aku ini mati syahid di jalan mu tetapi mati syahidnya di kota nabimu di kota madinah.
Maka ada seorang sahabat yaitu Abdulrahman bin Auf yang meragukan doanya Umar bin
Khatab dan berkata, "Wahai Amirul Mukminin, kalau kamu meminta mati syahid, ya jangan
di kota madinah, kota madinah lagi aman kok. Kalau minta mati syahid sana lho di
perbatasan syam sana lho di mesir. Ketika sedang berkecamuk jihad antara Amru bin Ash
dan pasukan Romawi" tapi Umar bin Khatab yakin dengan apa yang dia minta kepada Allah.
Dia tetap berdoa kepada Allah supaya mati syahid di kota madinah. Umar bin Khatab ketika
sedang sholat ditikam oleh Abu lu'luah al-Majusi. Dimana meninggalnya?? Bukan di kota
Syam, bukan di kota Palestina, bukan di kota Yaman, tetapi di kota nabi yang beliau cintai.
Dari sini kita belajar. Mari kita berdoa kepada Allah dengan cara yang benar, karena
sesungguhnya doa itu merubah sesuatu yang mustahil menjadi mustajab. Perbanyaklah doa
dalam urusan akhirat. Karena sesungguhnya itulah prioritas kita dalam berdoa.

 Pentingnya doa Doa dalam islam sangat dianjurkan. Bahkan kata Nabi "Doa adalah inti ibadah" sebagai
contoh, definisi sholat secara etimologi adalah doa. Kita mengawali aktivitas apa saja, keluar
rumah, makan, minum, apa saja, Ada doanya. Dan doa dijadikan senjata bagi orang-orang
beriman. Sebagaimana kata nabi "doa adalah senjata bagi orang mukmin" kita dianjurkan
untuk berdoa, dan doa adalah munajat kepada Allah. Jadikanlah doa sebagai rutinutas kita,
tidak ada aktivitas kecuali diikuti oleh doa. Sampai ketika kita mau beli baju, mau makan di
restoran dan lain sebagainya. Minta sama Allah, " Ya Allah mudahin saya dapat tempat
parkiran" Ya Allah mudahin saya bertemu orang itu" "Ya Allah mudahin pernikahan saya"
dan lain sebagainya. Doa itu adalah ibadah. Kita melihat hasilnya atau tidak tetap dicatat
pahala oleh Allah. Orang-orang yang rutin berdoa kepada Allah dia lihat hasilnya atau tidak.
Maka orang-orang ini yang belum melihat hasil doanya, seakan-akan baginya belum
dijabah. Dalam sebuah riwayat dinyatakan akan datang pada hari kiamat orang-orang ini
dihari kiamat diberikan pahala bergunung-gunung. Lalu mereka kaget pahala dari mana ini?
Bertanya kepada malaikat. Lalu para malaikat berkata "ini adalah pahala doa-doa kalian
yang belum kalian dapatkan jawabannya di dunia" maka pada saat itu mereka semua
berharap semua doanya selama di dunia tidak diberikan di dunia tetapi diberikan di akhirat
karena besarnya pahala yang didapatkan. Kita dianjurkan berdoa yang baik dan berpikir
positif kepada Allah.

stay calm, because God loves you. always be positif

there is always a hope

Senin, 31 Oktober 2016

Pray For Parents

Allah, the Almighty God. I don't want to die before my parents. If I die first who will pray for them!!

Who will pray for them to You like these:

Surah Al-Isra, Verse 24:
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

And make yourself submissively gentle to them with compassion, and say: O my Lord! have compassion on them, as they brought me up (when I was) little.

Surah Ibrahim, Verse 41:
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

O our Lord! grant me protection and my parents and the believers on the day when the reckoning shall come to pass!

Surah Nooh, Verse 28:
رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ..

My Lord! forgive me and my parents and him who enters my house believing, and the believing men and the believing women..

Abu Huraira reported: The Messenger of Allah, peace and blessings be upon him, said, “ When the human being dies, his deeds come to an end except for three: ongoing charity, beneficial knowledge, or a righteous child who prays for him .” (Sahih Muslim 1631)

”O Lord , forgive me, my parents, show mercy on them as they have nourished me when I was young . ”

Minggu, 30 Oktober 2016

DEBU RIBA

“Sesungguhnya akan datang pada manusia suatu masa (ketika) tiada seorang pun di antara mereka yang tidak akan memakan (harta) riba. Siapa saja yang (berusaha) tidak memakannya, maka ia tetap akan terkena debu (riba)nya.” (HR Ibnu Majah, HR Sunan Abu Dawud, HR Al-Nasa’i dari Abu Hurairah).

Debu merupakan partikel kecil, ringan, berterbangan tertiup angin dan mudah menempel di mana saja. Itulah sebabnya hadist di atas menggunakan istilah “Debu Riba” sebab ia hampir tak terasa keberadaanya, padahal ia telah mengotori setiap sisi fnansial kita; saat menggunakan kartu kredit untuk member barang elektronik idaman. Saat menggunakan fasilitas KPR dari bank konvensional, saat mendaftar asuransi kesehatan, bahkan saat menabung di bank.

Balasan di Dunia dan Akhirat
Menurut bahasa, riba berarti ziyadah (tambahan. Secara definisi, riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi maupun pinjam-meminjam.
Dalam islam, hukum riba jelas haram, seperti termaktub dalam surat Al-Baqarah: 178, Ali Imran: 130, dan An-Nisa: 161. Maka bagi yag terlibat di dalamnya . berarti sudah melakukan dosa besar.

Bahaya jika seseorang berinteraksi dengan riba

1. Pelaku riba diancam siksa neraka
Diriwayatkan dari Samurah bin Jundup ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda menceritakan tentang siksaan Allah kepada para pemakan riba. Bahwa, “Ia akan berrenang di sungai darah, sedangkan di tepi sungai ada seseorang (malaikat) yang dihadapannya terdapat bebatuan. Setiap kali orang yang berenang dalam sungai darah hendak keluar darinya, lelaki yang berada di pinggir sungai tersebut segera melemparkan bebatuan ke dalam mulut orang tersebut, sehingga ia terdorong kembali ke tengah sungai, dan demikian itu seterusnya,” (HR Bukhari)

2. Dibangkitkan di hari kiamat seperti orang gila
“orang-orang yang memakan riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS Al-Baqarah: 275)

3. Hilangnya kebeerkahan harta serta tidak diterimanya sedekah, infak dan zakat.
“Allah memusnahkan riba dan meyuburkan sedekah,” (QS Al-Baqarah: 276)

“sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah dalam pandangan Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridhaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya),” (QS Ar-Rum: 39)

4. Doa pemakan riba tidak akan didengarkan dan dikabulkan oleh Allah
“Ada seseorang yang melakukan safar (bepergian jauh), kemudian menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, ‘wahai Tuhanku, wahai Tuhanku!” akan tetapi makanan dan minumannya berasal dari yang haram. Pakaiannya haram, dan dikenyangkan oleh barang yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkkan (oleh Allah)?” (HR Muslim).

5. Memakan riba lebih buruk dosanya daripada perbuatan zina.
“satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui bahwa yang di dalamnya adalah hasil riba. Dosanya itu lebih besar dari pada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali,” (HR Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashabih mengatkan bahwa hadist ini shahih)
Orang yang berinterksi dengan riba dilaknat oleh Allah dan Rasul-Nya
“Dari Jabir ra, ia berkata: ‘Rasulullah shalallahu alaihi wasallam melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, dua saksinya, dan penulisnya.’ Mereka semua sama (kedudukannya dalam hal dosa). (HR Muslim).

Amalan Pembuka Pintu Rezeki

1. Berlindung kepada Allah
sebagimana Rasulullah saw telah berlindung kepada Allah dari kefakiran dan memerintahkan hal itu dilakukan oleh umatnya. Doa berliau. “Allahumma inni a’udzubika minal kufri wal faqri wa a’udzubika min ‘adzabilqabri, laa ilaaha illa anta. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran, dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau.

2. Rela terhadap ketetapan Allah
Jika seorang muslim bersabar dan rela dengan takdir Allah berupa kemiskinan atau kekurangan harta, ia akan mendapatkan rahmat dan kesejahteraan di sisi Allah. Tak lupa, iringi dengan istirja’ atau mengembalikan urusan kepada Allah dengan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un.

Soal apakah akhirnya Allah memberi atau tidak rezeki yang kita harapkan, maka hal itu kita kembalikan lagi kepada Allah. Tapi yakinlah. Bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan amal hamba-Nya.

Dari sekian banyak amalan terkait rezeki yang Rasulullah ajarkan, berikut diantaranya:
a. Berkerja keras dalam menjemput rezeki
Rezeki memang sangat tergantung pada kehendak Allah, namun Allah juga melihat ikhtiar hamba-Nya. Bahkan usaha untuk memperoleh rezeki hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim, sebagimana Allah perintahkan, “Apabila teah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah angerah Allah.” (QS Al-Jumu’ah: 10). Rasulullah saw pun mengatakan, “Sesungguhnya rezeki itu akan mencari seseorang dan bergerak lebih cepat daripada ajalnya.” (HR Thabrani). Namunm kita tidak boleh pula terlalu berambisi dalam mencari rezeki. Yang diperintahkan adalah bergerak untuk memenuhi janji Allah, tidak diam, serta diniatkan untuk mendapatkan ridha Allah dan beribadah kepada-Nya.

b. Membiasakan sedekah di pagi hari
Sedekah bisa dilakukan kapan pun, amun jika dilakukan sejak pagi hari. Maka insya Allah akan mendapatkan doa malaikat. “tidaklah berlalu pagi disetiap hari kecuali ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang berinfak.” Sedangkan malaikat yang satunya berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah.” (HR Bukhari & Muslim).

c. Memuliakan orang tua, terutama ibu
Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. (HR Ahmad). Jadikan zikir dan istighfar sebagai kebiasaan lisan kita setiap waktu. Dan bukan semata karena ingin mendapat rezeki.

MENGINGAT KEMBALI HAKIKAT REZEKI

“Rezeki adalah segala sesuatu yang didapat oleh makhluk selama hidupnya dalam bentuk apa pun, materi atau nonmateri, dimiliki atau tidak, banyak atau sedikit, positif atau negative, bahkan halal ataupun haram”

Jabir bin Abdillah ra berkata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “Wahai manusia, bertakwalah kepada kalian kepada Allah dan perbaikilah di dalam mencari (rezeki). Karena sesungguhnya setiap yang bernyawa tidak akan pernah mati sampai dia menyempurnakan rezekinya…” (HR Ibnu Majah).

Sebenarnya tidak ada istilah “Rezeki yang sempit” karena pemberian Allah begitu luas dan tak terhitung. Muculnya pendapat “Rezeki yang sempit” justru disebabkan oleh sempitnya pandangan manusia yang beranggapan bahwa rezeki hanya soal materi. “kalau yang dianggap rezeki itu Cuma yang ada di saku. Bakal repot hidup ini. Karena yang di saku itu yang terhitung. Sedangkan kita banyak mendapakan sesuatu yang tidak bisa kita hitung.

Kemudian kita mungkin tergelitik untuk bertanya. Bila rezeki bisa halal atau haram, mengapa Allah member kita rezeki yang haram??
Aspek halal-haram dalam rezeki berkaitan dengan dimensi madah (materi) dan prosesnya. Ada beberapa benda atau makanan yang memang zatnya haram dan ada yang zatnya halal tapi proses mendapatkannya haram.
Proses masuknya rezeki  yang haram itu melibatkan aktivitas manusia. Sementara manusia diberikan akal untuk bisa menentukan pilihan. Firman Allah swt “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS Asy-Syams :8-10). Jika seorang manusia memilih untuk membeli minuman keras daripada susu. Maka ia akan mendapatkan rezeki berupa minuman keras itu. Disaat yang bersamaan ia juga merugi karena mengotori jiwa dengan dosa.

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Al-Lauh Al-Mahfuz). (QS Hud:6).

Namun di sisi lain. Allah juga memerintahkan manusia untuk berikhtiar mencari rezeki. Lantas apa peran ikhtiar jika rezeki sudah ditetapkan bahkan sebelum kita terlahir?
Posisi ikhtiar adalah sebagai bentuk peribadahan kepada Allah. “Allah menciptakan manusia untuk beribadah. Bukan hanya dengan sholat, zakat, dan puasa. Tapi beribadah dalam segala aktivitasnya. Termasuk dalam berikhtiar mencari rezeki.
Ikhtiar bukan satu-satunya factor kondisional yang harus dilakukan manusa dalam menjemput rezeki, factor yang lain adalah tawakal. Nabi saw bersabda. “Jika kalian bertawakal dengan tawakal yang sebenar-benarnya. Niscaya Allah akan member rezeki kepada kalian. Sebagimana Dia telah member rezeki kepada burung yang berangkat (pagi) dengan perut kosong, dan pulang dengan (perut) kenyang.” (HR At-Tirmidzi dan Ahmad)

Cerita menarik tentang ikhtiar dan tawakal ini. “Dahulu, Imam Malik berselisih paham dengan muridnya. Imam Syafi’i. Imam Malik berpendapat bahwa tawakallah yang mengundang rezeki, sedangkan Imam Syafi’I berpendapat ikhtiar yang bisa mengundang rezeki. Karena tidak sepakat, Imam Syafi’I keluar dari majelis lalu menawarkan bantuan pada pedagang kurma untuk menggotong kurmanya. Atas jasanya. Imam Syafi’i lalu menghampiri Imam Malik dan berkata. “Wahai guru, pendapatku benar, ikhtiarlah yang mengundang rezeki. Kalau aku tidak membantu pedagang kurma tadi, aku tidak akan mendapatkan kurma.” Kata Imam Syafi’I sambil meletakkan sebutir kurma di tangan gurunya. Lalu Imam Malik berkata, “lalu bagaimana dengan buah kurma yang kau letakkan di tanganku?” aku hanya berserah diri kepada Allah, lalu kurma ini datang padaku.” Jadi. Dua-duanya benar, kita perlu ikhtiar dan juga harus tawakal.” Begitulah, ikhtiar dan tawakal bagaikan dua buah sayap yang mengantarkan kita terbang menjemput rezeki dari Yang Maha Pemberi Rezeki.

5 SEBAB REZEKI TERHAMBAT




Terbiasa maksiat
“tidak dapat menambah usia kecuali kebaikan. Tidak bisa menolak ketentuan (takdir) kecuali doa. Sesunggunya seorang manusia kerap terhalang dari rezeki disebabkan oleh dosa yang dilakukannya.” (HR Ibnu Majah)
Tidak menempuh jalan baik dalam mengusahakan rezeki

Enggan bersedekah
“perempamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang meumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatkan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.”

Kurangnya iman

Tidur di pagi hari
Suatu hari Rasulullah pulang dari sholat subuh di masjid Nabawi, beliau mendapati putrinya, Fatimah, masih tidur. Dengan penuh kasih sayang, beliau lalu menggerakkan badan putrinya itu seraya berkata. “Wahai anakku, bagunlah, saksikan rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai karena Allah emberikan rezeki kepada hamba-Nya antara terbit fajar dengan terbit matahari.” (HR Ahmad dan Baihaqi)

Istidraj, Azab berupa Nikmat
Tersebutlah sebuah keluarga yang kondisi ekonominya mapan. Tak tampak satu pun yang kurang, anak-anaknya sehat, karier sang suami bagus, dan tidak ada kemalangan apa pun yang menimpa mereka. Padahal, orang sekelilingnya tahu, mereka hampir tidak pernah sholat meski mereka mengaku muslim. Terlebih, mereka juga melakukan syirik karena memiliki jimat pelancar rezeki.
Pertanyaannya, bukankah mereka melakukan dosa, bahkan termasuk dosa besar yang menjadi salah satu penghambat datangnya rezeki, lalu mengapa Allah seolah-olah memberinya rezeki begitu mudah? “itu adalah istidraj. Allah memberikan kesenangan dan nikmat kepada Allah yang jauh dari Allah karena nanti ia akan masuk neraka”.

“Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasaannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka itu di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperloleh di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”