Minggu, 30 Oktober 2016
5 SEBAB REZEKI TERHAMBAT
Terbiasa maksiat
“tidak dapat menambah usia kecuali kebaikan. Tidak bisa menolak ketentuan (takdir) kecuali doa. Sesunggunya seorang manusia kerap terhalang dari rezeki disebabkan oleh dosa yang dilakukannya.” (HR Ibnu Majah)
Tidak menempuh jalan baik dalam mengusahakan rezeki
Enggan bersedekah
“perempamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang meumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatkan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.”
Kurangnya iman
Tidur di pagi hari
Suatu hari Rasulullah pulang dari sholat subuh di masjid Nabawi, beliau mendapati putrinya, Fatimah, masih tidur. Dengan penuh kasih sayang, beliau lalu menggerakkan badan putrinya itu seraya berkata. “Wahai anakku, bagunlah, saksikan rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai karena Allah emberikan rezeki kepada hamba-Nya antara terbit fajar dengan terbit matahari.” (HR Ahmad dan Baihaqi)
Istidraj, Azab berupa Nikmat
Tersebutlah sebuah keluarga yang kondisi ekonominya mapan. Tak tampak satu pun yang kurang, anak-anaknya sehat, karier sang suami bagus, dan tidak ada kemalangan apa pun yang menimpa mereka. Padahal, orang sekelilingnya tahu, mereka hampir tidak pernah sholat meski mereka mengaku muslim. Terlebih, mereka juga melakukan syirik karena memiliki jimat pelancar rezeki.
Pertanyaannya, bukankah mereka melakukan dosa, bahkan termasuk dosa besar yang menjadi salah satu penghambat datangnya rezeki, lalu mengapa Allah seolah-olah memberinya rezeki begitu mudah? “itu adalah istidraj. Allah memberikan kesenangan dan nikmat kepada Allah yang jauh dari Allah karena nanti ia akan masuk neraka”.
“Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasaannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka itu di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperloleh di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar