Selasa, 19 Juli 2016

THAWAF ALAM SEMESTA

Allah swt berfirman “ dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS. Al-Anbiya:33)

Ayat ini menunjukan pada kita satu fakta penting yang berkaitan dengan keteraturan gerak di alam semesta, dan sains modern berandil besar dalam mempublikasikan fakta ini setelah berhasil membuktikan bahwa kita hidup di alam semesta raya yang mekanisme pergerakkannya bertumpu pada perputaran yang mirip dengan gerakan Thawaf pada poros tertentu. Bumi misalnya berevolusi mengelilingi matahari satu kali dalam setahun. Sementara bulan berputar mengelilingi bumi satu kali dalam setiap bulan qomariyyah. Begitu juga planet-planet lain. semuanya berputar mengelilingi matahari pada orbit masing-masing.

Jika kita beralih pada dunia infinitesimal (sangat kecil) maka bisa kita temukan bahwa atom. Di dalamnya, terdapat satu electron atau lebih yang berputar mengelilingi nucleus pada garis edar atau orbit masing-masing. Ini berarti bahwa semua materi di alam semesta, baik materi padat, cair maupun gas. Semuanya menjalani laku thawaf (berputar mengelilingi materi lebih besar [masa  nucleus jauh lebih besar dari pada masa electron]) termasuk di dalamnya seluruh atom yang menbentuk tubuh kita. Semua makhluk hidup. Segala materi yang ada di bumi.

Kemudian arah thawaf adalah mengelilingi ka’bah yang posisi ka’bah tersebut berada di sebelah kiri kita. Ini menunjukan kesamaan arah putaran bumi dan galaksi. Ini juga yang menyebabkan tidak cepat lelahnya orang berthawaf karena seirama dengan dengan arah putaran bumi. Thawaf mengelilingi ka’bah merupakan ritual penghambaan yang mungkin bisa ditangkap hikmahnya oleh sebagian kalangan. Namun, sesuai dengan temuan sains modern, thawaf menyimbolkan sebuah rahasia besar alam semesta yang bertumpu pada kesaksian tauhid yang murni untuk Allah swt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar