Rabu, 13 April 2016

Cinta itu adalah Fitrah

Jika ada yang mengatakan bahwa cinta itu harus diungkapkan, rasa kagum terhadap seseorang itu harus dipublikasikan. Tidak dengan aku. Aku memilh untuk menyimpannya kemudian membuangnya. Jika ada yang berkata kamu bebas membayangkan wajah yang engkau harapkan dan berangan-angan. Aku lebih memilih untuk tidak memvisualkannya ke dalam memori otakku dan cepat-cepat mengingatkan diri bahwa aku tidak pantas melakukannya. Jika kata penggila cinta jarak yang semakin dekat itu adalah kesempatan yang baik. Bagi ku menjauh adalah jauh lebih baik. Semua manusia normal pasti sangat senang jika berada di dekat pasangan impiannya. Dan aku adalah manusia yang normal. Alasan kuat yang membuat ku membatasi diri adalah karena dia bukan halal bagi ku. Maka aku tidak punya hak untuk berdua-duaan dengannya, menyatakan cinta atau hanya menatap matanya. Cinta bukanlah hal asing bagi manusia. Dengan beribu-ribu tafsiran yang berbeda. Ada yang bilang bahwa cinta itu adalah rasa ingin memiliki. Jika engkau melihatnya kemudian jantung mu berdekup kencang berarti engkau telah jatuh cinta kepadanya. Jika melihatnya saja engkau kegirangan bukan kepalang dan seluruh penderitaan terlupakan sejenak maka engkau sedang di mabuk cinta. Atau apalah yang orang sebut dengan cinta. Tentang cinta yang selalu kucoba tanam di alam bawah sadar ku adalah “Cinta yang sebenarnya adalah cinta setelah akad” jika sebelum itu hanya nafsu. Pernahkah engkau memikirkan tentang nafsu. Apa nafsu itu, kenapa ada pada diri manusia. Manusia itu memang suka bersenang-senang. Dan bersenang-senang itu identik dengan nafsu. Tepatnya nafsu yang tidak dirahmati oleh Tuhan. Dan pacaran. Suatu aktivitas yang engkau bangga-banggakan itu adalah salah satu nafsu yang tidak di rahmati oleh Tuhan. Tuhan sudah jelas-jelas mengatakan untuk menjauhi zina. Di dalam pacaran selalu saja ada aktivitas pegang-pegangan tangan, berdua-duan, rayuan, pelukan dan lainnya. Tentu saja hal ini adalah dosa, sebaliknya jika engkau melakukan ini terhadap istri atau suami mu maka itu akan menjadi pahala. Yang jiwanya masih labil sangat senang jika punya pacar atau dikagumi banyak pria. Coba pikir lagi. Jika kamu punya banyak kekasih, artinya banyak persinggahan, di over dan di over bak piala bergilir. Anda adalah manusia bukan barang dagangan yang bisa di coba-coba. “kamu jadi kekasih ku ya, entar kalau kita kaga cocok kita end” parahkan? jika berani untuk jatuh cinta maka harus berani juga untuk merawatnya hingga berlangsung selamanya bahkan setelah kematian ketika bertemu dengan Tuhan. “Tuhan kami saling mencintai, dan kami mencintai menurut cara yang telah engkau ajarkan kepada kami. Karena engkaulah yang menanamkan rasa cinta ke dalam hati kami. Maka dari itu Tuhan satukanlah kami kembali” bayangkan..so sweet kaga? Pacaran itu adalah aktivitas yang jelas-jelas di larang. Masih berani minta sama Tuhan “ Tuhan aku cinta sama dia maka langgengkanlah hubungan kami” ibaratnya anda sudah tidak mengerjakan PR, sering bolos sekolah terus minta nilai yang tinggi sama guru. Bukankah ini namanya kaga tau diri. atau mau Tuhan kasih anda pacaran saja sampai beribu-ribu tahun lamanya kaga nikah-nikah..hayoo.. Katanya pacaran itu adalah mencari calon pendamping hidup. Sebagai sarana penyaringan mana yang lebih baik. Hallo.. yang kasih kita jodoh itu siapa? Tuhankan? Kan sering aja bilang kalau jodoh itu di tangan Tuhan. Walaupun anda tidak pacaran tenang saja Tuhan akan kasih anda jodoh. Bahkan bisa jadi jodoh yang jauh lebih baik. Soalnya andakan undah ngikutin panduan Tuhan dalam mencari jodoh. Kebanyakan memang sibuk untuk mencari, tapi lupa untuk bercermin dengan diri sendiri. Jika anda mencari pasangan hidup yang baik, bukan pacaran sana, pacaran sini atau orang sekampung habis anda pacarin. Jika anda baik maka Tuhan akan merestui yang baik pula untuk menghampiri anda. Mengetuk pintu rumah orang tua anda dan kemudian melamar anda. Pacaran tidak dapat memastikan anda mendapatkan pasangan yang baik. Banyak yang bilang pacaran itu adalah untuk mengenal satu dengan yang lain. Tapi banyak lo undah pacaran lama, menikah ehh..pribadinya berubah total..ibaratnya belangnya tu ketahuan pas udah menikah. Banyak juga yang cape-cape pacaran bertahun-tahunn ehh.. kandas di tengah jalan. Bayangin gimana rasa sakitnya. Coba kalau anda tidak memutuskan untuk pacaran..anda sama sekali tidak memiliki kemungkinan untuk disakiti seorang laki-laki. Terus gimana? Aku sudah kepalang jatuh cinta sama dia. Kenapa ga boleh pacaran. Padahalkan Tuhan sendiri yang menyebabkannya ada. Heii...itu namanya potensi keburukan. Manusia itu memang dikasih Tuhan potensi kebaikan dan keburukan. Pilihannya ada di tangan kita sendiri. Perasaan yang anda sebut cinta itu bisa dikontrol, anda anda bisa mengendalikannya. Ga usah jauh-jauh saya salah satu contohnya. Jujur saya manusia paling langka, orang kekinian bilang saya manusia udik, kampungan, ngak gaul, kaga keren. Bayangkan saja pacaran sangat melekat di kehidupan penghuni planet bumi bernama manusia. Dan topik ini tidak bisa dipisahkan dari pembicaraan sehari-hari. Disaat ngumpul bareng teman mereka asik ngomongin tentang kisah percintaan mereka. Aku sering banget berada di komunitas yang topik pembicaraannya tidak bisa aku ikuti. Ibaratnya orang pada hitam. anda putih sendiri. Gimana rasanya? Mungkin bagi mereka yang terlalu berbahagia dengan aktivitas pacaran mereka merasa jomlo itu menyedihkan. Aku jomlo tapi suer aku sangat bahagia. Setidaknya tentang cinta aku berusaha untuk tidak menentang alias mendurhakai Tuhan. mungkin saya satu-satunya di era modern ini yang luar biasa jadulnya. Mungkin harus dimuseumkan atau masuk dalam daftar orang aneh di dunia. Kenapa? karena seumur-umur saya tidak pernah pacaran dari sejak saya membuka mata melihat dunia yang penuh keajaiban ini hingga sekarang. saya tidak pernah menyesal karena saya tidak pernah pacaran. Bahkan saya sangat bersyukur. Saya sangat berharap saya bisa tetap tegar diatas keterasingan dunia percintaan. Perasaaan yang anda sebut dengan cinta itu adalah cobaan dari Tuhan. Jika anda pacaran berarti anda Failed anda lebih memilih jalan setan dari pada jalan yang dituntun oleh Tuhan untuk mendapatkan cinta sejati anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar