Minggu, 30 Oktober 2016

Kisah seorang resepsionis


Suatu malam, seorang pria tus dan istrinya memasuki sebuah lobi hotel kecil di Philadelpia, “Semua hotel besar di kota ini telh terisi, bisakah anda member kami satu kamar saja?” kata pria tua itu.
Pegawai hotel menjawab, “Semua kamar telah penuh karena ada tiga event besar yang bersamaan diadakan di kota ini, tapi saya tidak bisa membiarkan anda untuk berhujan-hujan di luar sana pada jam satu dini hari seperti ini. Kebetulan saya diberi fasilitas kamar, tidak besar sih, jadi saya menawarkan, bersediakan anda berdua tidur di kamar saya?”
Keesokan harinya, pada saat membayar tagihan, pria tua itu berkata pada si pegawai hotel, “kamulah orang yang seharusnya menjadi boss di hotel ini, karena kamu melakukan pekerjaanmu dengan hati yang mau melayani, mungkin suatu hari saya akan membangunkan sebuah hotel untukmu.” Si pegawai hotel hanya tersenyum lebar mendapatkan pujian itu dan melupakan kata-kata pria tua itu, karena dia piker dirnya hanya seorang pegawai biasa dan tidak mungkin tiba-tiba ada tamu yang mau membangunkan hotel untuknya.
Kira-kira dua tahun kemudian, pegawai hotel tersebut menerima surat yang berisi tiket pesawat ke New York dan undangan sebagai tamu kehormatan pasangan suami istri yang dulu pernah mengnap di hotenya. Setelah berada di New York dan udangan sebagai tamu kehormatan pasangan suami istri yang dulu pernah menginap di hotelnya, setelah berada di New York, si pria tua mengajak pegawai hotel itu ke sudut jalan antara Fifth Avenue dan Thirty Fourth Street. Lalu dia menunjukan sebuah bangunan baru yang luar biasa megah dan mengatakan, “Charles, itulah hotel yang saya bangun untuk kamu kelola.”
Pegawai hotel itu adalah Charles Boldt yang menerima tawaran William Waldorf Astor, si pria  tua itu untuk menjadi pemimpin hotel Waldorf-Astoria, yang merupakan salah satu hotel terbaik di dunia.



Kisah sederhana Charles Boldt menegaskan bahwa sikap kita dalam bekerja sangat menentukan keberhasilan kita, bila kita bekerja hanya untuk mencari uang semata, maka karier/hasil yang kita peroleh akan biasa-biasa saja. Namun jika kita bekerja dengan hati yang mau melayani kita akan menjadi berkah untuk orang lain, maka kita akan memperoleh hasil yang luar biasa.

“Apabila anda sellu memikirkan orang lain, maka Tuhan akan selalu memikirkan diri anda. Apabila anda selalu memikirkan diri sendiri, maka Tuhan akan selalu memikirkan orang lain.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar