Minggu, 23 Oktober 2016

MasyaAllah VS Subhanallah



Penggunaan/pengucapan “Subhanallah dan masyaAllah” yang sering terbalik di masyrakat

Kata Subhanallah yang berarti “Mahasuci Allah” dan kata MasyaAllah yang berarti “Allah telah berkehendak akan hal itu”. Dua kata yang sudah tidak asing kita dengar dan sering kita ucapkan dalam keseharian.

Kebayakan masyarakat mengucapkan “Subhanallah” ketika melhat atau mengalami hal-hal yang menakjubkan dan menyenangkan dan mengucapkan “MasyaAllah” saat mengalami kejadian yang kurang menyenangkan atau keburukan.

Subhanallah seharusnya diucapkan saat kita mendengar atau melihat hal buruk/jelek. Kata “Subhanallah”  sebagai penegasan bahwa Allah Mahasuci dari keburukan tersebut.

Dalam Al-Quran, ungkapan “Subhanallah digunakan dalam menyucikan Allah dari hal yang tak pantas (hal buruk), “Mahasuci Allah dari mempunyai anak, bahkan apa yang ada I langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada Nya”, juga untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikan semacam syirik (QS. Al-Baqarah:116)

Sedangkan MasyaAllah seharusnya digunakan apabila kit melihat hal yang baik dan indah. Pengucapan tersebut sekaligus pengingat bahwa semua bisa terjadi karena kahendak Allah. “Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki rumah kebunmu “Maasya Allah laa quwwata illa billah” (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit dari mu dalam harta dan keturunan?” (QS. Al-Kahfi: 39)

Jadi MasyaAllah ketika kita melihat kebaikan atau ketakjuban dan subhanaAllah ketika kita melihat keburukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar